Diterbitkan pada Jumat, 03 January 2020
Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia menyatakan bahwa bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Jabodetabek tidak mendatangkan respons negatif yang berlebihan dari pelaku pasar.
Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan berkaca dari pengalaman yang telah lalu, kondisi pasar modal tidak berkorelasi secara langsung dengan bencana alam. Pasalnya, saat ini akses terhadap pasar sudah tidak perlu lagi kehadiran fisik.
“[Transaksi] bisa lewat mana pun dan bisa dilakukan setiap saat, sehingga [bencana alam] tidak banyak pengaruhnya secara langsung ke kegiatan perdagangan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (2/1/2020).
Dia pun berharap Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat bisa menangani musibah banjir kali ini dengan baik sehingga tidak berlangsung dalam waktu yang lama.
Seperti diketahui, beberapa wilayah di Jabodetabek mengalami banjir pada Rabu (1/1/2020) setelah hujan lebat mengguyur Ibu Kota dan sekitarnya pada malam Tahun Baru.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan pertama di tahun 2020 berada di zona hijau yakni 6.304.
IHSG bergerak di rentang 6.263 hingga 6.317 dan ditutup pada level 6.283. Dengan pergerakan IHSG ini, pada hari pertama perdagangan kinerja pasar saham sebesar -0,25 persen. Sementara itu, return dalam setahun sebesar 4,13 persen.
Tren penutupan perdagangan di zona merah juga terjadi pada perdagangan terakhir di 2019. Pada perdagangan terakhir, Senin (30/12/2019) indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,77 persen ke level 6.299. Di sisi lain, secara tahun berjalan IHSG tumbuh tipis sebesar 1,70 persen.